Minggu, 15 Desember 2013

SUMBERDAYA MANUSIA DAN MASA DEPAN INDONESIA


                       SUMBERDAYA MANUSIA DAN MASA DEPAN INDONESIA                      
National young investor aword (NYIA) yang diselenggarakan oleh LIPI pada tanggal 14-15 november lalu merupakann ajang pertunjukan hasil kreatifitas anak bangsa yang inovatif, acara itu  diikuti oleh siswa SMP, SMA, dan sederajat. Cukup mencengangkan ternyata dalam ajang tersebut banyak dari anak-anak bangsa yang mempunyai kreatifitas yang tinggi dalam berbagai bidang. Seperti alat-alat rumah tangga atau teknologi walaupun masih terbilang teknologi rendah akan tetapi hal itu sangat luarbiasa mengingat mereka masih sangat mudah bahkan masih anak-anak, seperti Fitri, penemu sepatu 3 in 1 yang unik, dan Bening Sasmita Adam dan Dimas Fahrizal Ramadhany, yang menemukan alat pembuka gallon ini menjadi sangat luarbiasa karena mereka masih SMP, atau Muhammad Hanif Sugianto yang menemukan Iblin sebuah alat pembaca sms bagi tuna netra, dan masih banyak lagi yang linnya.
  Dalam keadaan bangsa yang morat marit dalam system politik, terpuruk dalam ekonomi, dan buram dalam penegakan hokum, tapi masih ada daripada anak bangsa yang mempunyai semangat tinggi untuk menggali ilmu pengetahuan dalam rangka mengabdikan diri untuk bangsa dan Negara. Yang membuat Prestasi mereka sangat luarbiasa mengingat dukungan pemerintah terhadap ilmu pengetahuan sangatlah rendah, mereka hadir hanya ketika media mengekspos prestasinya kepermukaan untuk pura-pura bersimpatik dan peduli terhadap ilmu pengetahuan, begitulah bangsa yang dipenuhi dengan kemunafikan.
  Sebenarnya bangsa Indonesia tidak hanya mempunyai potensi dalam sumber daya alamnya saja (SDA) seperti yang selama ini di ekspos kepermukaan, akan tetapi sumber daya manusianya (SDM) juga tidak kalah banyaknya dari pada Negara lain, hanya saja apresiasi pemerintah terhadapnya sangatlah rendah dan hampir tidak ada, itu bisa dilihat dari kecilnya kesempatan yang tersedia untuk mereka berkiprah di negaranya sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing, maka dari itu mereka memilih untuk menetap di Negara orang, seperti Dr. Khoirul Anwar penemu 4G system jaringan komonikasi tercepat di dunia beliau sekarang tinggal di jepang, adalagi Nelson Tanzu, beliau adalah seorang ahli teknologi nano yang merupakan kunci perkembangan teknologi selanjutnya, inovasi yang beliau lakukan akan mempengaruhi kehidupan ummat manusia di dunia, dan masih banyak lagi ilmuan Indonesia yang tidak bisa kami sebutkan seperti  Tjandramukti penemu bidang pertanian, atau Danet Suryatama yang jelas-jelas pemerintah tidak memberikan dukungan dalam pengembangan teknologi otomotifnya.
Kemudian yang menjadi pertanyaan penulis, pantaskah bangsa yang kaya akan sumber daya alam dan manusia ini direndahkan oleh bangsa lain atau pantaskah kita merasa rendah diri terhadap bangsa lain? Sudah tidak terhitung berapakali bangsa ini direndahkan oleh bangsa lain, terakhir penyadapan Australia terhadap Indonesia dan Negara kecil Singapura merupakan penghinaan yang nyata terhadap bangsa dan Negara. Apapun alasannya penyadapan terhadap kepala Negara yang merupakan symbol bangsa tidaklah bisa ditolerir, hubungan bilateral kedua Negara bukanlah alasan untuk kita bersikap lunak terhadap mereka. Rakyat Indonesia memiliki sejarah panjang dalam penderitaannya, sebagaimana yang digambarkan oleh bungkarno bahwa rakyat Indonesia berotot kawat bertulang besi, sehingga tidak akan mati hanya ditinggalkan oleh Australia.
Seperti yang di ugkapkan oleh mantan presiden Abdurrahman Wahid, bahwa kebijakan dalam negri dan luar negri haruslah seimbang jangan sampai tumpang jangan samapai kepentingan dalam negeri di kesampingkan hanya alasan tekanan internasional, penulis masih ingat bagaimana presiden Susilo Bamgbang Yudoyono memberikan hak pengelolaan Blok Cepu kepada ExxonMobile dari Pertamina pada tahun 2006 yang tentunya sangat mengejutkan banyak pihak, pasalanya Blok Cepu mempunyai kandungan menyak 1,478 miliar barel dan gas 8,14 miliar kaki kubik, yang membuat banyak pihak heran karena penyerahan hak kelola kepada ExxonMobile terlebih dahulu pemerintah memecat dewan direksi pertamina yang tidak mau pengelolaan Blok Cepu jatuh kepihak asing, akan tetapi Negara menginginkan yang lain.
Hal demikian janganlah sampai terulang kembali, kita adalah bangsa yang bermartabat dan punya potensi yang luar biasa baik SDM dan SDA nya, seharusnya kita mampu berbuat lebih untuk bangsa ini. Pemerintah harus memberikan kesempatan yang lebih terhadap anak bangsa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar