SUMBERDAYA MANUSIA DAN
MASA DEPAN INDONESIA
National
young investor aword (NYIA) yang diselenggarakan oleh LIPI pada tanggal 14-15
november lalu merupakann ajang pertunjukan hasil kreatifitas anak bangsa yang inovatif,
acara itu diikuti oleh siswa SMP, SMA,
dan sederajat. Cukup mencengangkan ternyata dalam ajang tersebut banyak dari
anak-anak bangsa yang mempunyai kreatifitas yang tinggi dalam berbagai bidang. Seperti
alat-alat rumah tangga atau teknologi walaupun masih terbilang teknologi rendah
akan tetapi hal itu sangat luarbiasa mengingat mereka masih sangat mudah bahkan
masih anak-anak, seperti Fitri, penemu sepatu 3 in 1 yang unik, dan Bening
Sasmita Adam dan Dimas Fahrizal Ramadhany, yang menemukan alat pembuka gallon
ini menjadi sangat luarbiasa karena mereka masih SMP, atau Muhammad Hanif
Sugianto yang menemukan Iblin sebuah alat pembaca sms bagi tuna netra, dan
masih banyak lagi yang linnya.
Dalam keadaan bangsa yang morat marit dalam
system politik, terpuruk dalam ekonomi, dan buram dalam penegakan hokum, tapi
masih ada daripada anak bangsa yang mempunyai semangat tinggi untuk menggali
ilmu pengetahuan dalam rangka mengabdikan diri untuk bangsa dan Negara. Yang
membuat Prestasi mereka sangat luarbiasa mengingat dukungan pemerintah terhadap
ilmu pengetahuan sangatlah rendah, mereka hadir hanya ketika media mengekspos
prestasinya kepermukaan untuk pura-pura bersimpatik dan peduli terhadap ilmu
pengetahuan, begitulah bangsa yang dipenuhi dengan kemunafikan.
Sebenarnya bangsa Indonesia tidak hanya
mempunyai potensi dalam sumber daya alamnya saja (SDA) seperti yang selama ini
di ekspos kepermukaan, akan tetapi sumber daya manusianya (SDM) juga tidak
kalah banyaknya dari pada Negara lain, hanya saja apresiasi pemerintah
terhadapnya sangatlah rendah dan hampir tidak ada, itu bisa dilihat dari
kecilnya kesempatan yang tersedia untuk mereka berkiprah di negaranya sesuai
dengan kemampuan mereka masing-masing, maka dari itu mereka memilih untuk
menetap di Negara orang, seperti Dr. Khoirul Anwar penemu 4G system jaringan
komonikasi tercepat di dunia beliau sekarang tinggal di jepang, adalagi Nelson
Tanzu, beliau adalah seorang ahli teknologi nano yang merupakan kunci
perkembangan teknologi selanjutnya, inovasi yang beliau lakukan akan
mempengaruhi kehidupan ummat manusia di dunia, dan masih banyak lagi ilmuan
Indonesia yang tidak bisa kami sebutkan seperti
Tjandramukti penemu bidang pertanian, atau Danet Suryatama yang
jelas-jelas pemerintah tidak memberikan dukungan dalam pengembangan teknologi
otomotifnya.
Kemudian
yang menjadi pertanyaan penulis, pantaskah bangsa yang kaya akan sumber daya
alam dan manusia ini direndahkan oleh bangsa lain atau pantaskah kita merasa
rendah diri terhadap bangsa lain? Sudah tidak terhitung berapakali bangsa ini
direndahkan oleh bangsa lain, terakhir penyadapan Australia terhadap Indonesia
dan Negara kecil Singapura merupakan penghinaan yang nyata terhadap bangsa dan
Negara. Apapun alasannya penyadapan terhadap kepala Negara yang merupakan
symbol bangsa tidaklah bisa ditolerir, hubungan bilateral kedua Negara bukanlah
alasan untuk kita bersikap lunak terhadap mereka. Rakyat Indonesia memiliki
sejarah panjang dalam penderitaannya, sebagaimana yang digambarkan oleh
bungkarno bahwa rakyat Indonesia berotot kawat bertulang besi, sehingga tidak
akan mati hanya ditinggalkan oleh Australia.
Seperti
yang di ugkapkan oleh mantan presiden Abdurrahman Wahid, bahwa kebijakan dalam
negri dan luar negri haruslah seimbang jangan sampai tumpang jangan samapai
kepentingan dalam negeri di kesampingkan hanya alasan tekanan internasional, penulis
masih ingat bagaimana presiden Susilo Bamgbang Yudoyono memberikan hak
pengelolaan Blok Cepu kepada ExxonMobile dari Pertamina pada tahun 2006 yang
tentunya sangat mengejutkan banyak pihak, pasalanya Blok Cepu mempunyai
kandungan menyak 1,478 miliar barel dan gas 8,14 miliar kaki kubik, yang
membuat banyak pihak heran karena penyerahan hak kelola kepada ExxonMobile
terlebih dahulu pemerintah memecat dewan direksi pertamina yang tidak mau
pengelolaan Blok Cepu jatuh kepihak asing, akan tetapi Negara menginginkan yang
lain.
Hal
demikian janganlah sampai terulang kembali, kita adalah bangsa yang bermartabat
dan punya potensi yang luar biasa baik SDM dan SDA nya, seharusnya kita mampu
berbuat lebih untuk bangsa ini. Pemerintah harus memberikan kesempatan yang
lebih terhadap anak bangsa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar